JL. Perjuangan No. 99
Kel. Margamulya Kec. Bekasi Utara Kota Bekasi 17142
021-88966161
0878-7516-3845
humaspdamtp@gmail.com
Fax. 021-88961608

Berita


Jaringan Distribusi Air Bersih Bekasi Diperluas

BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melakukan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama (MoU) dengan PT Metito Indonesia terkait percepatan pengembangan layanan air bersih di Kota Bekasi, Kamis (28/1). Kesepakatan dibangun untuk melaksanakan survei lapangan dan kegiatan lain yang mendukung pelaksanaan proyek jaringan instalasi pengelolaan air bersih di Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, nota kesepahaman ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 2,5 juta warga Kota Bekasi. Rahmat selaku kepala daerah merasa memiliki kebanggaan tersendiri setelah ada komitmen kerja sama untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan pangsa pasar luar biasa di Kota Bekasi.

Menurut Rahmat, kerja sama itu akan dilakukan melalui pembukaan jaringan serta pembuatan tempat pengolahan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Patriot. “Hari ini nota kesepahaman kami jalin dengan PT Mettito Indonesia. Saya minta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Tata Kota serta Dinas Bangunan dan Permukiman Kota Bekasi segera petakan lokasi pengolahan air bersihnya,” kata dia, Kamis.

Kota Bekasi, kata Rahmat, selama ini memiliki dua sumber pengolahan air bersih, yakni PDAM Tirta Patriot dan PDAM Tirta Bhagasasi, Bekasi. “PDAM Tirta Bhagasasi, Bekasi, sebentar lagi akan ada pemisahan aset dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Latar belakang kerja sama tersebut dilakukan Pemkot Bekasi mengingat keterbatasan APBD yang dimiliki pada 2016. Jika nantinya APBD Bekasi cukup, lanjut Rahmat, maka bisa memenuhi kebutuhan air bersih. “Prinsipnya semua kerja sama ini harus diperhitungkan dengan baik berkenaan dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” katanya.

Rahmat memastikan, penandatanganan dengan PT Metito ini baru berupa nota kesepahaman, bukan penunjukan perusahaan. Kesepakatan dibangun dalam rangka pelaksanaan survei lapangan serta kegiatan lain yang mendukung pelaksanaan proyek jaringan instalasi pengelolaan air bersih.

Rahmat menambahkan, PDAM adalah kepanjangan tangan pemerintah daerah yang perlu dipergunakan pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat. “Jangan berpikir target profit. Yang dibutuhkan masyarakat adalah air yang mengalir jernih, tepat waktu, dan harga terjangkau,” katanya menjelaskan.

Saat ini, PDAM Tirta Patriot baru dapat melayani sekitar 24 persen dari target sekitar 68 persen jumlah layanan. Selain itu, masih ada lima kecamatan dari 12 kecamatan yang belum terlayani oleh PDAM Tirta Patriot.

Perwakilan direksi PT Metito Indonesia, Deepak Yashwant Nyayadhish, mengatakan, pihaknya bangga karena dapat turut bekerja sama dengan Pemkot Bekasi untuk mengembangkan layanan air bersih. Sebelumnya, PT Metito Indonesia sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan lain di Indonesia. “Kami sangat antusias untuk bekerja sama dan berkontribusi dalam pelayanan air di Bekasi,” kata Yashwant.

Perusahaan global yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, ini telah hadir di Indonesia sejak 1994 silam. PT Mettito Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang fokus pada penerapan teknologi terbaru dalam pengolahan air spesialis pengelolaan air dan limbah.


Gandeng Swasta, PDAM Tirta Patriot Perluas Distribusi Air Bersih

Pemerintah Kota Bekasi menandatangani perjanjian kerja sama peningkatan pelayanan distribusi air bersih bagi warga setempat bersama PT Mettito Indonesia, Kamis (29/1/2016).

“Saya selaku kepala daerah merasa ada kebanggaan tersendiri, ada komitmen kerja sama yakni nota kesepahaman untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan pangsa pasar luar biasa di Kota Bekasi,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi.

Menurut dia, kerja sama itu akan dilakukan melalui pembukaan jaringan serta pembuatan tempat pengolahan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Patriot.

“Hari ini nota kesepahaman kita jalin dengan PT Mettito Indonesia. Saya minta Badan Perencanaan Pembanguna Daerah (Bappeda) dan Dinas Tata Kota serta Dinas Bangunan dan Permukiman Kota Bekasi segera petakan lokasi pengolahan air bersihnya,” katanya.

Dikatakan Rahmat, pihaknya selama ini memiliki dua sumber pengolahan air bersih yakni PDAM Tirta Patriot dan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.

“PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi sebentar lagi akan ada pemisahan aset dengan Pemkab Bekasi,” katanya.

Latar belakang kerja sama tersebut dilakukan Pemkot Bekasi mengingat keterbatasan APBD yang dimiliki pihaknya pada 2016.

“Kalau APBD kita cukup, kita bisa penuhi (kebutuhan air bersih). Prinsipnya semua kerja sama ini harus diperhitungkan dengan baik berkenaan dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” katanya.

Rahmat mengatakan, PDAM adalah kepanjangan tangan pemerintah daerah yang perlu dipergunakan pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat.

“Jangan berpikir target profit. Yang dibutuhkan masyarakat adalah air yang mengalir jernih, tepat waktu dan harga terjangkau,” katanya.

PT Mettito Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang fokus pada penerapan teknologi terbaru dalam pengolahan air spesialis pengelolaan air dan limbah.

Hadir dalam kegiatan itu Asda Kota Bekasi Edi Rosyadi, Kabag Kerjasama dan Investasi, Kariman dan Dirut PDAM Tirta Patriot Hendy Irawan.

Pihak PT Mettito membawa jajaran di antaranya Direktur Operasional Dadi Waluyo, dan jajaran direksi lainnya.

PDAM Tirta Patriot baru dapat melayani sekitar 24 persen dari target sekitar 68 persen jumlah layanan. Dan selain itu masih ada 5 kecamatan dari 12 kecamatan yang belum terlayani oleh PDAM Tirta Patriot. (Antara/Res)


PDAM Tirta Patriot Naikan Tarif

Bekasi – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bekasi, resmi menaikkan tarif bagi pelanggannya. Kenaikan tarif ini, akan dihitung per 1 Februari 2016 mendatang.

“Wacana penyesuaian tarif ini sudah lama dibicarakan. Hal ini, sesuai dengan SK (Surat Keputusan) Wali Kota Bekasi serta audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) 2014 yang menyatakan tarif PDAM belum memenuhi pemulihan biaya secara penuh atau full cost recovery sehingga merugi dan tarif perlu disesuaikan,” ujar Direktur Umum PDAM Tirta Patriot, Sugiyanto, Jumat (22/1).

Berdasarkan SK Wali Kota Nomor 690/Kep.444-EkbangTP/IX/2015 tanggal 9 September 2015 tentang Tarif Air Bersih dan Golongan Pelanggan PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, kata Sugiyanto, pihaknya telah memiliki payung hukum untuk menyesuaikan tarif pelanggan PDAM.

Selain itu, sesuai ketentuan Pasal 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum, Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2006 Pasal 26 ayat (3) dimana untuk perhitungan dan penetapan tarif air bersih dan air minum mengacu pada prinsip pemulihan biaya penuh (full cost recovery).

“Kita tidak menaikkan tarif di luar ketentuan tersebut. Tarif tidak lebih dari 4 persen dari UMK (upah minimum kota) yakni Rp 3 juta atau kenaikan tarif tidak melebihi Rp 120.000,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sesuai dengan regulasi tentang kenaikan tarif PDAM, pihaknya menaikan harga tarif PDAM mulai dari 20 persen hingga 40 persen dari tarif sebelumnya.

“Penyesuaian tarif untuk Rumah Tangga mulai 20-25 persen, sedangkan untuk pelanggan Niaga dan Industri mulai dari 35-40 persen,” katanya.

Dia berharap, penyesuaian tarif dapat diterima para pelanggan PDAM. Terlebih lagi, pihaknya sudah dua tahun lebih tidak mengeluarkan kebijakan penyesuaian
tarif.

PDAM Tirta Patriot saat ini melayani 26.300 pelanggan yang tersebar di tiga kecamatan yakni Bekasi Barat, Bekasi Utara dan sebagian wilayah Kecamatan Medansatria.


Hari Jadi ke-9, PDAM Tirta Patriot Kembangkan SPAM

ERUSAHAN Daerah Air Minum (PDAM) Patriot Kota Bekasi rayakan Hari Jadinya yang ke-9 Tahun di Kantor PDAM Tirta Patriot Jalan Margamulya Kecamatan Bekasi Utara, Rabu (12/8).

Pada kesempatan itu, Direktur Utama TB Hendi Irawan menyampaikan pengembangan sistem perusahan yang mengatur sistem air bersih di wilayah Kota Bekasi itu.

“Kami sudah anggarkan Rp161,6 miliar dari dana APBD Kota Bekasi, provinsi dan dana intensif daerah untuk SPAM (sistem penyediaan air minum,red) di 3 titik,” jelas Hendi dalam sambutan.

Tiga titik yang dimaksud adalah, SPAM Telukbuyung, SPAM Jatisari dan SPAM Mustikajaya. “Selain bantuan dari anggaran pemerintah kegiatan ekspansi pengembangan SPAM juga melalui Bisnis to Bisnis,” tambah Hendi Rabu (12/8) siang.

Penambahan SPAM itu kata Hendi , agar semua masyarakat di Kota Bekasi bisa terlayani dengan baik.

Adapun volume yang akan dihasilkan di SPAM Telukbuyung kata Hendi kapasitas air yang dihasilkan yaitu 200 liter/detik di lengkapi reservoar. “Sedangkan untuk SPAM Jatisari dan SPAM Mustikajaya kapasitas airnya mencapai 100 liter/detik,” jelasnya.

Di tempat sama Direktur Umum PDAM Tirta Patriot Sugiyanto menambahkan, ketiga SPAM tadi lebih kepada pelayanan bagi masyarakat yang ada di Permukiman dan perumahan penduduk.

“PDAM memang melayani perusahaan, industri rumah tangga dan perorangan (masyarakat) dan ketiga pengembangan SPAM ini untuk melayani masyarakat di Kota Bekasi,” tambahnya.(cr21)